0 0
Apa Itu UNRWA, Badan PBB Palestina yang Keuangannya Disetop Negara-Negara Barat? - JUJU INFORMASI
polaslot138
polaslot138
polaslot138
polaslot138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
epicwin138
epicwin138
epicwin138
disko69
demo slot pragmatic
slot server thailand
disko69
dino69
lambe77
lambe77
wibu69
dino69
dino69
pargoy88
disko69
disko69
slot thailand
dino69
akun pro jepang
slot gacor
slot vietnam
dino69
UNRWA

Apa Itu UNRWA, Badan PBB Palestina yang Keuangannya Disetop Negara-Negara Barat?

Read Time:2 Minute, 48 Second

Senin, 29 Januari 2024 – 08:30 WIB

VIVA Dunia – Sembilan negara Barat telah menghentikan pendanaan mereka kepada The UN Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East atau Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA), usai Israel melaporkan bahwa badan tersebut berafiliasi dengan Hamas dan terlibat dalam pecahnya perang Israel-Hamas pada 7 Oktober 2023. 

Baca Juga :

Ini 9 Negara yang Hentikan Pendanaan Ke Badan PBB Palestina UNRWA Usai Dituduh Terlibat Hamas

Gelombang penangguhan pendanaan dimulai di AS pada hari Jumat, tepat setelah penyelidikan diumumkan. Kanada, Australia, Inggris, Jerman, Italia, Belanda, Swiss dan Finlandia bergabung dengan Washington dalam dua hari terakhir. 

Baca Juga :

Negara Barat Ramai-Ramai Hentikan Pendanaan ke Badan PBB Palestina UNRWA, Mengapa?

Namun, apa sebenarnya UNRWA?

The UN Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East atau Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) adalah lembaga kemanusiaan utama di Gaza.

Baca Juga :

6 Negara Eropa Baru Saja Hentikan Berikan Dana Kemanusiaan untuk Palestina

UNRWA didirikan pada tahun 1949 untuk melayani puluhan ribu warga Palestina yang secara etnis diusir dari rumah mereka oleh milisi Yahudi dari wilayah yang saat ini menjadi bagian dari Israel, melansir web resmi UNRWA PBB, Senin, 29 Januari 2024.

Badan PBB tersebut beroperasi di Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem Timur dan Gaza, serta di Yordania, Lebanon dan Suriah, negara-negara tetangga tempat para pengungsi Palestina berlindung setelah pengusiran mereka dengan kekerasan yang dikenal sebagai Nakba atau bencana.

Pengungsi dan keturunan Palestina berjumlah sekitar 6 juta jiwa, dan di Gaza mereka merupakan mayoritas penduduk. 

Menurut situs webnya, badan PBB tersebut mendukung bantuan dan pembangunan manusia bagi pengungsi Palestina, dan bekerja di sejumlah bidang.

UNRWA menyediakan layanan dasar, mulai dari perawatan medis hingga pendidikan, bagi keluarga Palestina yang melarikan diri atau diusir dari wilayah yang sekarang menjadi wilayah Israel selama perang tahun 1948 seputar pendirian negara tersebut. 

UNRWA, yang memiliki sekitar 13.000 anggota staf di Gaza, memperluas operasinya selama perang dan mengelola tempat penampungan yang menampung ratusan ribu pengungsi baru. 

Lebih dari 2 juta dari 2,3 juta penduduk wilayah tersebut bergantung pada program badan tersebut untuk “bertahan hidup,” termasuk makanan dan tempat tinggal, kata Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini. Ini adalah bantuan yang bisa “runtuh kapan saja,” katanya setelah pendanaan ditangguhkan.

Badan ini didanai hampir seluruhnya oleh kontribusi sukarela, selain dari subsidi terbatas dari PBB, yang digunakan secara eksklusif untuk biaya administrasi, menurut UNRWA.

Pekerjaan UNRWA tidak dapat terlaksana tanpa kontribusi berkelanjutan dari negara-negara di seluruh dunia dan Uni Eropa, yang mewakili 94,9 persen dari seluruh kontribusi  pada tahun 2022, kata badan tersebut. 

Pada tahun 2022, 44,3 persen dari total janji badan tersebut, atau $1,17 miliar, berasal dari negara-negara anggota UE, yang menyumbang $520,3 juta, termasuk dana yang dialokasikan oleh lembaga tersebut melalui Komisi Eropa. 

Amerika Serikat, Jerman, Uni Eropa, dan Swedia merupakan donor individu terbesar pada tahun tersebut, menyumbang 61,4 persen dari keseluruhan pendanaan lembaga tersebut.

Chris Gunness, mantan juru bicara UNRWA, mengatakan bahwa badan PBB tersebut hanya punya waktu beberapa minggu sebelum mereka kehabisan uang untuk bantuan penting guna menyelamatkan nyawa warga Palestina di Gaza.

Lebih dari 26.000 warga Palestina telah terbunuh sejak Israel melancarkan serangannya pada 7 Oktober.

Halaman Selanjutnya

Pengungsi dan keturunan Palestina berjumlah sekitar 6 juta jiwa, dan di Gaza mereka merupakan mayoritas penduduk. 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Follow us

Tags

Outdoors