0 0
Arab Saudi hingga Mesir Lakukan Pertemuan Diam-diam, Bahas Hubungan Normalisasi dengan Israel - JUJU INFORMASI
polaslot138
polaslot138
polaslot138
polaslot138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
epicwin138
epicwin138
epicwin138
disko69
demo slot pragmatic
slot server thailand
disko69
dino69
lambe77
lambe77
wibu69
dino69
dino69
pargoy88
disko69
disko69
slot thailand
dino69
akun pro jepang
slot gacor
slot vietnam
dino69
Bendera Arab Saudi.

Arab Saudi hingga Mesir Lakukan Pertemuan Diam-diam, Bahas Hubungan Normalisasi dengan Israel

Read Time:2 Minute, 9 Second

Selasa, 30 Januari 2024 – 17:06 WIB

Riyadh – Pejabat intelijen dari Arab Saudi, Mesir, Yordania dan Otoritas Palestina (PA), melakukan pertemuan diam-diam pada bulan ini untuk membahas masa depan pemerintahan Jalur Gaza, setelah berakhirnya pemboman dan invasi Israel ke wilayah tersebut.

Baca Juga :

PDIP Tindak Lanjuti Pertemuan Mahfud MD Temui Mensesneg Pratikno

Menurut The Jerusalem Post, yang mengutip beberapa sumber anonim, Penasihat Keamanan Nasional Arab Saudi, Musad Al-Aiban, mengadakan pertemuan di ibu kota Saudi, Riyadh, sekitar seminggu lalu yang dihadiri oleh kepala Intelijen Umum Palestina, Majed Faraj, kepala intelijen Mesir, Abbas Kamel, dan kepala intelijen Yordania, Ahmed Hosni.

Baca Juga :

Balas Dendam, AS Perintahkan Militer Israel Kembali ke kota Gaza yang Sebelumnya Ditinggalkan

Para pejabat dilaporkan membahas masa depan Gaza setelah perang Israel dan berakhirnya kelompok Perlawanan Palestina, Hamas.

Pembahasan ini khususnya mengenai cara-cara di mana Otoritas Palestina dapat mengambil alih bagian dalam pengelolaan Jalur Gaza.

Baca Juga :

Konflik Israel-Hamas, Islamofobia Meningkat 180 Persen di AS

Dua sumber yang mengetahui isi pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa Saudi, Mesir, dan Yordania mendesak kepala intelijen Palestina, Faraj, agar PA mau melakukan reformasi guna membuka jalan bagi pembaruan dalam jajaran kepemimpinannya.

Melansir dari Middle East Monitor, Selasa, 30 Januari 2024, pembaruan tersebut tampaknya mencakup pengalihan kekuasaan tertentu dari Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, kepada perdana menteri yang baru diangkat.

Dalam pertemuan tersebut, Saudi juga dilaporkan menekankan minat mereka untuk melanjutkan perundingan normalisasi dengan Israel, sambil menegaskan kembali bahwa kesepakatan tersebut akan bergantung pada langkah-langkah praktis dan tidak dapat diubah oleh Tel Aviv dan komunitas internasional untuk memastikan pembentukan Negara Palestina yang merdeka.

Meskipun belum ada satu pun kedutaan dan otoritas negara yang mengonfirmasi kebenaran pertemuan rahasia tersebut, namun sebuah sumber melaporkan bahwa Israel mendapat informasi tentang pertemuan itu dan isinya dari beberapa pejabat negara yang berkumpul.

Bendera Israel dan Palestina.

Potensi keterlibatan Tel Aviv atau negara asing lainnya dalam pertemuan tersebut belum terungkap, namun penggunaan PA sebagai entitas untuk memerintah Gaza pascaperang telah menjadi salah satu gagasan, di antara sedikit gagasan moderat, yang dianut oleh Israel dan pihak Barat selama beberapa bulan terakhir, meski Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bersikeras bahwa hal itu tidak akan terjadi.

Namun, jika Otoritas Palestina mengambil alih pemerintahan di Wilayah yang terkepung, pasukan pendudukan Israel kemungkinan akan mengontrol keamanan Jalur Gaza dengan ketat, seperti yang terjadi di Tepi Barat.

Halaman Selanjutnya

Dalam pertemuan tersebut, Saudi juga dilaporkan menekankan minat mereka untuk melanjutkan perundingan normalisasi dengan Israel, sambil menegaskan kembali bahwa kesepakatan tersebut akan bergantung pada langkah-langkah praktis dan tidak dapat diubah oleh Tel Aviv dan komunitas internasional untuk memastikan pembentukan Negara Palestina yang merdeka.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Follow us

Tags

Outdoors