0 0
Bantah Berhubungan dengan Israel, 64 Kapal di Laut Merah Selamat dari Serangan Houthi - JUJU INFORMASI
polaslot138
polaslot138
polaslot138
polaslot138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
epicwin138
epicwin138
epicwin138
disko69
demo slot pragmatic
slot server thailand
disko69
dino69
lambe77
lambe77
wibu69
dino69
dino69
pargoy88
disko69
disko69
slot thailand
dino69
akun pro jepang
slot gacor
slot vietnam
VIVA Militer: Milisi Houthi Yaman (Ansar Allah)

Bantah Berhubungan dengan Israel, 64 Kapal di Laut Merah Selamat dari Serangan Houthi

Read Time:1 Minute, 25 Second

Senin, 22 Januari 2024 – 11:22 WIB

Sanaa – Kelompok Houthi Yaman mengatakan pada Minggu, 21 Januari 2024, bahwa mereka telah mengizinkan 64 kapal untuk berlayar di Laut Merah dengan aman, setelah menyangkal hubungan dengan Israel.

Baca Juga :

Sektor Kesehatan Runtuh, 1.000 Warga Gaza Dirawat di Kapal Perang Prancis

“Solusi paling sederhana yang memungkinkan kapal lewat dengan aman saat melintasi Laut Merah adalah dengan memasang tanda bertuliskan ‘Kami tidak memiliki hubungan dengan Israel’,” kata anggota kelompok Mohamed Ali al-Houthi dalam sebuah pernyataan.

“Solusi ini efektif karena 64 kapal berhasil melintasi laut dengan selamat sambil menaikkan rambu (tanda) ini,” tambahnya, dikutip dari Anadolu Ajansi, Senin, 22 Januari 2024.

Baca Juga :

Rudal Israel Tewaskan 5 Komandan Tertinggi Al-Quds, Iran Diperkirakan Siapkan Balasan

VIVA Militer: Milisi Houthi Yaman

Seperti diketahui, ketegangan meningkat di Laut Merah, di tengah serangan Houthi terhadap kapal komersial yang diduga memiliki hubungan dengan Israel.

Baca Juga :

Ini Kesaksian 7 Jurnalis Internasional Terkait Genosida Israel ke Palestina Seperti Mimpi Buruk

Kelompok Houthi mengatakan serangan mereka bertujuan untuk menekan Israel agar menghentikan serangan mematikan di Jalur Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 25.100 orang sejak 7 Oktober 2024.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) dan Inggris melancarkan serangan udara terhadap sasaran Houthi di Yaman dalam beberapa hari terakhir. Hal ini dilakukan sebagai pembalasan atas serangan tersebut, yang telah menciptakan kekhawatiran akan terjadinya serangan inflasi baru dan gangguan rantai pasokan.

Sebagai informasi, Laut Merah adalah salah satu jalur laut yang paling sering digunakan di dunia untuk pengiriman minyak dan bahan bakar.

Jalur ini digunakan untuk transit antara Terusan Suez Mesir dan Teluk Aden, sehingga memungkinkan kapal menghindari rute yang jauh lebih mahal dan panjang melintasi pantai selatan Afrika.

Halaman Selanjutnya

Source : www.history.com

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Follow us

Tags

Outdoors