0 0
Dalang Pembunuhan Juragan Kontrakan di Pemalang Ternyata Anaknya Sendiri, Motifnya Sakit Hati - JUJU INFORMASI
polaslot138
polaslot138
polaslot138
polaslot138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
epicwin138
epicwin138
epicwin138
disko69
demo slot pragmatic
slot server thailand
disko69
dino69
lambe77
lambe77
wibu69
dino69
dino69
pargoy88
disko69
disko69
slot thailand
dino69
akun pro jepang
slot gacor
slot vietnam
Polres Pemalang merilis pelaku pembunuhan terhadap kakek juragan kontrakan.

Dalang Pembunuhan Juragan Kontrakan di Pemalang Ternyata Anaknya Sendiri, Motifnya Sakit Hati

Read Time:2 Minute, 50 Second

Jumat, 8 Desember 2023 – 16:18 WIB

Pemalang – Kematian tragis kakek juragan kontrakan, MA (60) yang tewas dibunuh terkuak. Dua pelaku diungkap polisi yang salah satunya merupakan sang anak kandung dari korban yang jadi dalang pembunuhan.

Baca Juga :

Longsor di Tapanuli Utara, Ibu dan Anak Tewas Tertimbun

Satreskrim Polres Pemalang sudah merilis dua tersangka. Setelah sebelumnya mengamankan tersangka AN (22), polisi kembali membekuk seorang tersangka berinisial MB (20).

Kapolres Pemalang AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya menjelaskan dua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan terhadap korban.

Baca Juga :

Aksi Bagi-bagi Susu Dikritik, Gibran: Terima Kasih Masukannya, Akan Dievaluasi

“Dugaan tindak pidana pembunuhan berencana terungkap, setelah Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pemalang melakukan pendalaman dan berbagai tahap penyelidikan,” kata AKBP Yovan di Aula Tribrata Polres Pemalang, Jawa Tengah, Jumat, 8 Desember 2023.

Polres Pemalang merilis pelaku pembunuhan terhadap kakek juragan kontrakan.

Baca Juga :

Berkas Kasus Pembunuhan Wartawan di Jombang Dinyatakan Lengkap, Pelaku Segera Disidang

Yovan menjelaskan, kasus tersebut berawal saat tersangka AN mendatangi MB untuk meminjam uang Rp1,5 juta pada Jumat pagi, 3 November 2023.

“Setelah MB memberikan pinjaman uang kepada AN, kemudian terjadi perbincangan antara MB dan AN,” ujar Yovan.

Dia menyebut dalam perbincangan kedua tersangka, MB meminta AN untuk melakukan pembunuhan terhadap ayah kandungnya sendiri MA.

“Diduga karena korban tidak memenuhi beberapa permintaan MB, sehingga MB merasa sakit hati,” tutur Yovan.

Lebih lanjut, Yovan mengatakan, MB menjanjikan akan memberikan sejumlah uang kepada AN. Namun, syaratnya AN berhasil membunuh korban.

“Selain itu, tersangka MB juga mempersilahkan AN untuk mengambil uang di dalam rumah korban. Setelah AN berhasil membunuh korban,” ujar Yovan.

Dia menduga tersangka AN menyanggupi permintaan tersangka MB untuk menghabisi nyawa korban karena terlilit hutang.

“Untuk melancarkan rencana tersebut, MB memberikan sejumlah informasi kepada AN untuk mengakses pintu masuk lantai dua dari belakang rumah korban. Dan, MB buka pintu tersebut agar AN dapat memasuki rumah korban,” kata Yovan.

Pun, dari keterangan pelaku, MB memberitahu pintu masuk lantai dua dari belakang rumah korban sudah dibuka kepada AN, melalui fitur pesan dalam game online.

AN lalu masuk ke rumah korban pada Selasa dini hari, 28 November 2023. Saat itu, AN mendapati korban dalam kondisi tidur di dalam kamar.

Pelaku AN kemudian langsung melakukan penusukan dengan senjata tajam kepada korban.

“Namun, korban terbangun dan sempat melakukan perlawanan. Sehingga AN kembali melakukan penusukan kepada korban sebanyak dua kali,” ujar Yovan.

Selanjutnya, tersangka AN ncoba mencari uang atau barang berharga di dalam kamar korban dan kamar lainnya.

“Tersangka AN menemukan dan mengambil uang Rp3 juta di dalam kamar korban, dan mengambil uang Rp400 ribu di dalam jok motor korban,” kata Yovan.

Dari perbuatannya, tersangka AN dikenakan pasal 340 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan berencana atau pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan, atau pasal 365 ayat 1 dan 3 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian.

Kemudian tersangka MB dijerat pasal 340 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan berencana atau pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan. Lalu, pasal 365 ayat 1 dan 3 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian, atau pasal 55 ayat 1 ke 1e dan 2e KUHP.

“Dengan ancaman maksimal hukuman pidana mati, atau hukuman penjara seumur hidup, atau hukuman penjara selama-lamanya dua puluh tahun,” tutur Yovan.

Laporan: M. Hamzah dari Pemalang-tvOne

Halaman Selanjutnya

Dia menyebut dalam perbincangan kedua tersangka, MB meminta AN untuk melakukan pembunuhan terhadap ayah kandungnya sendiri MA.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Follow us

Tags

Outdoors