
Enam Warga Palestina Dibunuh di Kota Jenin, Arab Saudi Mengutuk Tindakan Brutal Israel
Rabu, 21 Juni 2023 – 13:58 WIB
Riyadh – Arab Saudi mengutuk agresi Israel di kota Jenin yang menyebabkan kematian enam warga Palestina dan melukai puluhan lainnya. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengeluarkan pernyataan mengutuk eskalasi tindakan Israel di Wilayah Pendudukan Palestina.
Baca juga:
Arab Saudi Mulai Menghapus Materi Anti-Israel Dari Buku Pelajaran Sekolah
“Kerajaan Arab Saudi menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga para korban, dan kepada pemerintah, dan rakyat Palestina, berharap mereka yang terluka cepat sembuh,” bunyi pernyataan itu, dikutip dari Arab News, Rabu, Juni 21, 2023.
“Kementerian menegaskan kembali penolakan kategoris Kerajaan atas pelanggaran serius yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel.”
Baca juga:
Mengapa 1 Zulhijjah Indonesia dan Arab Saudi berbeda? Ini adalah kata UAS
Tentara Israel menembak mati seorang pemuda Palestina di halaman Masjid Al Aqsa
Diketahui bahwa pasukan militer Israel menyerbu sebuah kamp pengungsi di Tepi Barat utara, yang menyebabkan enam orang Palestina tewas, termasuk seorang bocah laki-laki berusia 15 tahun, dan melukai lebih dari 90 orang, menurut pejabat kesehatan Palestina.
Baca juga:
Gus Men Apresiasi Kerajaan Saudi, Banyak Inovasi Penyelenggaraan Haji
Menurut laporan awal, ada lima orang Palestina yang tewas, namun jumlah korban bertambah ketika Amjad Abu Jaas meninggal akibat luka yang diterimanya dalam baku tembak. Selain itu, delapan tentara Israel juga terluka, sementara puluhan warga Palestina dibiarkan dalam kondisi kritis.
Bulan lalu, Kerajaan Arab Saudi juga mengutuk penyerbuan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, dan menegaskan kembali posisi tegas Arab Saudi terhadap rakyat Palestina. Ribuan nasionalis Yahudi, beberapa di antaranya, meneriakkan “matilah orang Arab” dan slogan-slogan lainnya. Mereka diarak melalui jalan raya utama Palestina di Kota Tua Yerusalem.
Halaman selanjutnya
Organisasi Kerjasama Islam dan Dewan Kerjasama Teluk telah menegaskan kembali dukungan mereka untuk pembentukan negara Palestina merdeka.