0 0
Guru di Karawang Disiram Air Keras, Dibutakan - JUJU INFORMASI
polaslot138
polaslot138
polaslot138
polaslot138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
epicwin138
epicwin138
epicwin138
disko69
demo slot pragmatic
slot server thailand
disko69
dino69
lambe77
lambe77
wibu69
dino69
dino69
pargoy88
disko69
disko69
slot thailand
dino69
akun pro jepang
slot gacor
slot vietnam
Ilustrasi penyiraman air keras

Guru di Karawang Disiram Air Keras, Dibutakan

Read Time:2 Minute, 26 Second

Sabtu, 8 Juli 2023 – 16:30 WIB

Karawang – Seorang guru di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diduga disiram air keras oleh rekan bisnisnya. Guru tersebut juga tidak bisa berobat karena BPJS-nya ditolak pihak rumah sakit.

Terungkap kasus tersebut bermula saat politisi Gerindra Dedi Mulyadi menemui seorang guru bernama Eli Chuherli di rumahnya di Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang. Di sana Eli hanya bisa duduk karena matanya sudah tidak bisa melihat lagi.

Eli menjelaskan, peristiwa naas itu terjadi pada 23 Mei 2023. Percikan berawal dari bisnis persewaan mobil pick up dengan pelaku yang diduga Ade Hermawan. Awalnya, ia mendapat pinjaman dari BJB sebesar Rp 50 juta.

Uang tersebut kemudian dijadikan bisnis mobil pick up. Namun karena status Eli sebagai guru, ia tidak bebas sehingga ia menugaskan Ade untuk bekerja. “Sebenarnya saya tidak ada konflik, masalahnya dia (Ade) dan partner perusahaan,” kata Eli, Sabtu, 8 Juli 2023.

Baca juga:

Viral seorang pria menikahi wanita lain tanpa izin istri pertamanya, kata Ustaz Abdul Somad

Merasa tidak enak, Eli meminta Ade mundur dari perusahaan. Saat itu, Ade setuju mundur sebagai direktur yang tercatat di notaris. Selang beberapa waktu setelah mengundurkan diri, Ade tiba-tiba datang ke rumah Eli.

Eli yang tidak merasa curiga karena hubungannya dengan Ade masih dianggap baik, mengajaknya masuk ke dalam rumah. “Saat saya hendak duduk, tiba-tiba dia menyiram saya dengan air keras. Airnya panas dan berasap. Lalu dia langsung kabur,” kata Eli yang merupakan guru sejarah SMKN 2 Karawang.

Setelah disiram asam, pandangan Eli mulai kabur. Lama kelamaan penglihatannya terus menurun dan sekarang kedua matanya sudah tidak berfungsi. “Kemudian saya berobat, ternyata BPJS tidak bisa karena katanya saya korban penganiayaan. Katanya bisa menggunakan BPJS, tapi saya harus melapor ke LPSK dulu,” ujarnya.

Baca juga:

Istri Sah Ketahuan Suaminya Diduga Nikah Lagi dengan Perempuan Lain di Karawang

Mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi

Eli yang merasa prosesnya memakan waktu lama, akhirnya memilih untuk merawat matanya sendiri. Namun karena lamanya proses pengobatan, Eli sudah kehabisan uang dan hanya bisa pasrah dengan kondisi matanya.

Menurut keterangan dokter, kata Eli, kornea kedua matanya sudah pecah sehingga harus dioperasi di RS Mata Cicendo. Namun urung dilakukan karena ia kehabisan dana.

Dedi Mulyadi berharap Polres Karawang segera mengungkap kasus tersebut. “Kalau memang benar kasus seperti itu, mudah-mudahan pelakunya bisa segera ditangkap dan diproses,” ujarnya.

Terkait pengobatan, KDM memberikan bantuan berupa swamedikasi ke RS Mata Cicendo. Pada hari yang sama ia memerintahkan stafnya untuk membawa Eli dengan ambulans ke Bandung.

“Ayah, bapak ke RS Cicendo mendaftar untuk umum dulu, nanti saya bantu. Ini harus segera ditangani dokter. Nanti saya siapkan semua biaya untuk bapak berobat ke Cicendo. sehat selalu, tetap semangat Pak Guru,” jelasnya.

Baca juga:

Guru di Tangsel Ingin Jual Bocah Berbadan Istimewa yang Diculiknya

Awas, Obat Steroid Bisa Memicu Katarak Hingga Kebutaan

Obat sering dipilih untuk mengatasi masalah kesehatan. Namun, selama mengkonsumsinya justru dapat memicu bahaya katarak yang jika dibiarkan dapat menyebabkan kebutaan.

VIVA.co.id

7 Juli 2023

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Follow us

Tags

Outdoors