0 0
Guru Ponpes di Parepare Tega Setrika Punggung Dua Santrinya hingga Melepuh - JUJU INFORMASI
polaslot138
polaslot138
polaslot138
polaslot138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
epicwin138
epicwin138
epicwin138
disko69
demo slot pragmatic
slot server thailand
disko69
dino69
lambe77
lambe77
wibu69
dino69
dino69
pargoy88
disko69
disko69
slot thailand
dino69
akun pro jepang
slot gacor
slot vietnam
dino69
Santri Ponpes di Parepare Dianiaya dengan cara disetrika oleh gurunya. (Foto: Istimewa).

Guru Ponpes di Parepare Tega Setrika Punggung Dua Santrinya hingga Melepuh

Read Time:2 Minute, 0 Second

Selasa, 30 Januari 2024 – 01:13 WIB

Parepare – Sungguh tragis nasib yang dialami dua santri penghafal Alquran atau hafiz di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebab, dua santri itu disetrika oleh gurunya berinisial SR hingga punggung korban melepuh.

Baca Juga :

Rocky Gerung: Kalkulasi Rasional, Surya Paloh Lebih Baik Tenggelam Bersama Perahunya Anies

Informasi yang dihimpun, dugaan penganiayaan itu terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfiz Alqu-an Khairah Umma Kota Parepare pada Rabu 24 Januari 2023. Dua santri yang njadi korban penganiayaan itu masing-masing berinisial MAG (13) dan AP (14).

Kapolres Parepare AKBP Arman Muis mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara tampak jelas ada bentuk penganiayaan yang dilakukan pelaku dengan membuat punggung korban melepuh. Meski demikian, Arman menyampaikan pihaknya sudah meminta korban agar melakukan visum untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :

Nusron: Kalau Prabowo Gibran Menang yang Lain Diajak Kerjasama

“Benar, dari sepintas kita melihat itu ada bekas goresan setrika. Makanya kami segera minta untuk divisum,” kata Arman, Minggu 28 Januari 2023.

Baca Juga :

Sehati dengan Duet Amin, Ahmad Syaikhu Bilang PKS Punya Gagasan soal Tantangan Demografi

Sementara, Kasat Reskrim Polres Parepare Iptu Setiawan menjelaskan pihaknya sudah mengusut kasus ini. Kata dia, guru sekaligus pembina Tahfiz inisial SR sudah ditetapkan sebagai tersangka. SR juga sudah ditahan atas kasus penganiayaan terhadap 2 siswanya.

“Benar, dia (SR) sudah ditetapkan tersangka dan telah ditahan,” ujar Iptu Setiawan saat dikonfirmasi terpisah pada Senin, 29 Januari 2023.

Setiawan jelaskan penganiayaan itu tega dilakukan lantaran pelaku emosi gegara dua korban ini tidak mengindahkan tegurannya. Saat itu, kedua korban masih terus bermain di tempat tidur saat jam istirahat telah tiba.

Sang guru di saat bersamaan tengah menyetrika baju. Lantas pelaku langsung menganiaya siswanya dengan menyetrika kedua punggung korban.

“Awalnya karena korban ini ditegur tapi masih terus main. Jadi, jengkel kepada korban akhirnya tersangka ini diduga langsung menyetrika bagian punggung korban,” jelas Iptu Setiawan.

Dia menambahkan tersangka SR akan dijerat Pasal berlapis yakni pasal 80 ayat 1 Juncto 76c Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 3 tahun 6 bulan. Kemudian, Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang Penganiayaan Berat dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.

“Di sini kami terapkan pasal berlapis. Yakni Perlindungan Anak dan Penganiayaan Berat,” tutur Setiawan.

Halaman Selanjutnya

Setiawan jelaskan penganiayaan itu tega dilakukan lantaran pelaku emosi gegara dua korban ini tidak mengindahkan tegurannya. Saat itu, kedua korban masih terus bermain di tempat tidur saat jam istirahat telah tiba.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Follow us

Tags

Outdoors