0 0
Kami Akan Patuhi Gencatan Senjata selama Musuh Mematuhinya - JUJU INFORMASI
polaslot138
polaslot138
polaslot138
polaslot138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
epicwin138
epicwin138
epicwin138
disko69
demo slot pragmatic
slot server thailand
disko69
dino69
lambe77
lambe77
wibu69
dino69
dino69
pargoy88
disko69
disko69
slot thailand
dino69
akun pro jepang
slot gacor
slot vietnam
dino69
VIVA Militer: Penyergapan tentara Israel oleh pasukan Hamas di Gaza

Kami Akan Patuhi Gencatan Senjata selama Musuh Mematuhinya

Read Time:1 Minute, 52 Second

Sabtu, 27 Januari 2024 – 17:43 WIB

Gaza – Gerakan Hamas menyatakan bahwa mereka akan mematuhi gencatan senjata, yang diputuskan oleh Mahkamah Internasional (ICJ) asalkan Israel juga melakukan hal yang sama.

Baca Juga :

Jokowi Tegaskan Pelabuhan RI Tak Layani Kapal Israel

“(Kami) mengikuti pertimbangan Mahkamah Internasional dengan penuh minat, setelah permintaan yang disampaikan oleh Negara Afrika Selatan kepada Pengadilan untuk menghentikan genosida terhadap rakyat kami, khususnya di Gaza. Sehubungan dengan hal ini, Hamas menyatakan posisinya,” bunyi pernyataan itu.

“Jika keputusan dikeluarkan oleh pengadilan di Den Haag untuk melakukan gencatan senjata, gerakan Hamas akan mematuhi gencatan senjata tersebut selama musuh mematuhinya,” tambahnya, dikutip dari The Cradle, Sabtu, 27 Januari 2024.

Baca Juga :

Jokowi Tentang Keras Penolakan PM Israel soal Solusi 2 Negara di Jalur Gaza

Dalam kasus seperti ini, Hamas akan membebaskan tahanan Israel yang ditahan di Gaza, jika negara pendudukan melepaskan tahanan Palestina yang ditahan di penjara mereka.

“Musuh Zionis harus mengakhiri pengepungannya selama 18 tahun di Gaza dan memberikan semua bantuan yang diperlukan untuk bantuan dan rekonstruksi populasi,” menurut pernyataan Hamas.

Baca Juga :

PM Israel Benjamin Netanyahu Kecam Putusan Pengadilan Internasional

Warga Gaza Berlarian Setelah Israel Tembaki Truk Bantuan Kemanusiaan (Doc: MEMO)

Photo :

VIVA.co.id/Natania Longdong

Bulan lalu, Afrika Selatan mengajukan kasus terhadap Israel di ICJ, dan menyebut Israel melakukan genosida dalam perangnya di Jalur Gaza. Tindakan Israel dianggap sebuah pelanggaran terhadap Konvensi Genosida PBB tahun 1948.

Afrika Selatan kemudian menyampaikan argumen pembukaannya pada 11 Januari, dan memberikan bukti seruan terbuka yang dibuat oleh tentara, politisi, dan pejabat Israel untuk melakukan pembunuhan, pembersihan etnis, atau pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza.

Setelah itu, Israel menyampaikan pembelaannya keesokan harinya. Keputusan awal dikeluarkan pada Jumat lalu, 26 Januari 2024.

Menurut Juru bicara pemerintah Israel Eylon Levy, Israel mengharapkan ICJ untuk membatalkan tuduhan palsu (genosida) yang dinilainya tidak masuk akal itu. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Israel diadili berdasarkan Konvensi Genosida PBB. Namun, ICJ disebutnya tidak mempunyai wewenang untuk menegakkan putusannya. Pada saat yang sama, AS, Jerman, dan Perancis, serta sekutu Barat lainnya mendukung pertahanan Israel.

Halaman Selanjutnya

Afrika Selatan kemudian menyampaikan argumen pembukaannya pada 11 Januari, dan memberikan bukti seruan terbuka yang dibuat oleh tentara, politisi, dan pejabat Israel untuk melakukan pembunuhan, pembersihan etnis, atau pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Follow us

Tags

Outdoors