0 0
Pangeran Arab Saudi Sebut Kerajaan Bakal Akui Negara Israel Jika Hal Ini Terjadi - JUJU INFORMASI
polaslot138
polaslot138
polaslot138
polaslot138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
epicwin138
epicwin138
epicwin138
disko69
demo slot pragmatic
slot server thailand
disko69
dino69
lambe77
lambe77
wibu69
dino69
dino69
pargoy88
disko69
disko69
slot thailand
dino69
akun pro jepang
slot gacor
slot vietnam
dino69
VIVA Militer: Pengeran Kerajaan Arab Saudi, Faisal bin Farhan bin Abdullah.

Pangeran Arab Saudi Sebut Kerajaan Bakal Akui Negara Israel Jika Hal Ini Terjadi

Read Time:1 Minute, 52 Second

Jumat, 19 Januari 2024 – 12:48 WIB

Jakarta – Pangeran Faisal bin Farhan dari Kerajaan Arab Saudi baru-baru ini menyatakan bahwa Riyadh bakal mengakui negara Israel apabila kesepakatan komprehensif bisa tercapai. Kesepakatan ini mencakup berdirinya negara Israel yang merdeka. 

Baca Juga :

Indonesia Still Negotiates with Egypt to Build Field Hospital for Gazans

Pernyataan dari Pangeran Faisal yang merupakan menteri Luar Negeri Arab Saudi itu disampaikan dalam sebuah panel di Forum Ekonomi Dunia di Davos. Komentar ini muncul saat perang Israel melawan Gaza tidak menunjukan tanda-tanda mereda. 

“Kami setuju bahwa perdamaian regional mencakup perdamaian bagi Israel, namun hal itu hanya dapat terjadi melalui perdamaian bagi Palestina, melalui (pendirian) Negara Palestina,” kata Pangeran Faisal, seperti dikutip dari New Arab, Jumat, 19 Januari 2024.

Baca Juga :

Kirim KRI Bantu Palestina, Dave Laksono: Menhan Tanpa Banyak Bicara Bawa Bantuan

VIVA Militer: Pengeran Kerajaan Arab Saudi, Faisal bin Farhan bin Abdullah.

Saat ditanya apakah kerajaan Arab Saudi bakal mengakui Israel sebagai bagian dari perjanjian politik yang lebih luas, dan dia menjawab tegas “tentu saja”. Ia mengatakan bahwa menjaga perdamaian regional lewat pembentukan negara Palestina adalah sebuah tujuan penting. 

Baca Juga :

Tertahan Berbulan-bulan, Bantuan Kemanusiaan Akhirnya Berhasil Dikirim ke Gaza

Arab Saudi mengaku sedang mengerjakan pembentukan Palestina bersama Amerika Serikat. Mendapatkan kesepakatan normalisasi dengan Arab Saudi adalah hadiah utama bagi Israel setelah menjalin hubungan diplomatik dengan UEA, Bahrain, dan Maroko. 

Kerajaan ini negara paling kuat di dunia Arab dan rumah untuk beberapa situs paling suci dalam Islam yang memiliki pengaruh keagaman besar di seluruh dunia. Usai perang Gaza, Saudi menunda rencana untuk mendukung AS agar menormalisasi dengan Israel. 

VIVA Militer: Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu

Sebelum dimulainya perang Gaza pada tanggal 7 Oktober, baik pemimpin Israel maupun Arab Saudi telah mengisyaratkan bahwa mereka terus bergerak menuju pembentukan hubungan diplomatik yang bisa mengubah kawasan Timur Tengah. 

Palestina menginginkan sebuah negara di wilayah yang direbut Israel dalam perang 1967 dengan Yerusalem Timur yang diduduki sebagai ibu kota. Negosiasi yang didukung AS dengan Israel telah mencapai tujuan tersebut terhenti lebih dari satu dekade lalu. 

Di antara rintangan yang dihadapi adalah pemukiman Israel di tanah yang diduduki dan perselisihan yang terjadi antara otoritas Palestina yang didukung oleh Barat dengan Hamas yang menolak hidup berdampingan dengan Israel. 

Halaman Selanjutnya

Source : aawsat.com

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Follow us

Tags

Outdoors