0 0
Raja Belanda Minta Maaf atas Masa Perbudakan Kolonial Negaranya - JUJU INFORMASI
polaslot138
polaslot138
polaslot138
polaslot138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
epicwin138
epicwin138
epicwin138
Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Raja Belanda Willem Alexander

Raja Belanda Minta Maaf atas Masa Perbudakan Kolonial Negaranya

Read Time:1 Minute, 58 Second

Minggu, 2 Juli 2023 – 06:46 WIB

Amsterdam – Raja Belanda Willem-Alexander pada Sabtu 1 Juli 2023, meminta maaf atas keterlibatan negaranya dalam perbudakan di masa lalu yang dampaknya masih terasa hingga saat ini. Permintaan maaf itu disampaikan Raja dalam upacara peringatan 160 tahun penghapusan sah perbudakan di Belanda, termasuk di bekas jajahannya di Karibia.

“Pada hari ini ketika kita mengenang sejarah perbudakan Belanda, saya mohon maaf atas kejahatan terhadap kemanusiaan ini,” kata raja.

Dia menambahkan, rasisme di masyarakat Belanda masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Dia menyadari bahwa tidak semua orang mau menerima permintaan maafnya.

Baca juga:

Ali Mahfud Dipecat, Calon Legislator dan Kader PPP di Surabaya Kompak Mundur Massal

Kunjungan PM Mark Rutte ke Indonesia

Foto : ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Tapi “waktu telah berubah dan Keti Koti… rantai (perbudakan) benar-benar putus,” katanya, disambut sorak-sorai dan tepuk tangan dari ribuan penonton di monumen perbudakan nasional di Oosterpark Amsterdam.

“Keti Koti” adalah kata dalam bahasa Suriname yang berarti ‘memutus rantai’. Keti Koti digunakan sebagai nama hari peringatan perbudakan, dan perayaan kemerdekaan yang diperingati setiap tanggal 1 Juli di Belanda.

Permintaan maaf Raja datang di tengah refleksi luas tentang masa lalu kolonialisme Belanda, termasuk keterlibatan Amsterdam dalam perdagangan budak Atlantik, dan perbudakan di bekas koloni Asia. Pada tahun 2020, Willem-Alexander juga meminta maaf kepada Indonesia atas “kekerasan yang berlebihan” pada masa penjajahan Belanda.

Pada bulan Desember, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengakui negaranya bertanggung jawab atas perdagangan budak Atlantik yang menguntungkan dan meminta maaf. Rutte menyatakan bahwa pemerintah Belanda tidak akan membayar biaya kompensasi, seperti yang direkomendasikan oleh panel penasehat pada tahun 2021.

Baca juga:

Ibu remaja yang ditembak polisi Prancis menduga putranya ditembak karena berwajah Arab

Sebuah studi atas permintaan pemerintah Belanda yang diterbitkan bulan lalu menemukan bahwa Belanda mendapat untung sekitar 600 juta dolar AS (Rp 9 triliun) dari penjajahan pada 1675-1770. Sebagian besar keuntungan tersebut berasal dari keuntungan perdagangan rempah-rempah Perusahaan Hindia Timur Belanda.

Royal House Desember lalu memerintahkan penyelidikan independen tentang peran Keluarga Kerajaan dalam sejarah kolonial Belanda, yang hasilnya akan jatuh tempo pada tahun 2025.

Baca juga:

Aksi Protes Polisi Tembak Remaja, 175 Orang Ditangkap di Prancis

Pengamat: Memang Anies dan Khofifah lebih cocok jika ingin memenangkan Pilpres 2024

Menurut pengamat, satu-satunya calon wakil presiden yang potensial sejauh ini adalah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

VIVA.co.id

30 Juni 2023

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Follow us

Tags

Outdoors