0 0
Teriakan Hukuman Mati Iringi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Pasuruan - JUJU INFORMASI
polaslot138
polaslot138
polaslot138
polaslot138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
epicwin138
epicwin138
epicwin138
disko69
demo slot pragmatic
slot server thailand
disko69
dino69
lambe77
lambe77
wibu69
dino69
dino69
pargoy88
disko69
disko69
slot thailand
dino69
akun pro jepang
slot gacor
slot vietnam
dino69
Rekonstruksi pembunuhan ibu dan anak di Pasuruan.

Teriakan Hukuman Mati Iringi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Pasuruan

Read Time:2 Minute, 6 Second

Jumat, 19 Januari 2024 – 19:00 WIB

Pasuruan – Meski diguyur hujan deras, ratusan warga berkumpul di tempat kejadian perkara pembunuhan ibu dan anak di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan Jawa Timur, pada Jumat, 19 Januari 2024. 

Baca Juga :

Crazy Rich Budi Said Jadi Tersangka, Stafsus Erick Thohir: Saya Sudah Curiga dari Awal

Mereka datang untuk melihat proses rekonstruksi kasus pembunuhan yang menggemparkan Pasuruan ini. Penjagaan ketat dilakukan oleh Polres Pasuruan Kota dengan menerjunkan satu pleton pasukan.

Saat tersangka Muji Slamet (45 tahun) tiba, teriakan hukuman mati menggema. Muji adalah pembunuh Chosidah (55 tahun) dan anaknya yang bernama Fauzi (13 tahun). 

Baca Juga :

Menko Airlangga Pastikan Pemberian Bansos Tak Akan Disetop di Masa Pemilu

“Hukum mati, hukum mati, hukum mati,” teriak warga serentak. Mereka kesal dengan aksi keji tersangka Muji Slamet terhadap para korban.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Rudy Hidajanto, mengatakan jika dalam rekonstruksi tersebut tersangka Muji Slamet memeragakan 120 adegan saat membunuh kedua korban. Termasuk adegan percobaan pembunuhan pada anak korban yang perempuan yakni Chusnul Chotimah. 

Baca Juga :

Bakal Jemput Paksa Siskaeee karena Mangkir Panggilan Kedua, Ini Kata Polisi

“Ada 120 adegan, tersangka pertama mengeksekusi korban ibu, kemudian anak laki-laki. Lalu (melakukan percobaan pembunuhan) anak perempuan,” ujar Rudy. 

Banyaknya adegan yang diperagakan oleh tersangka saat membunuh kedua korban, membuat jalannya rekonstruksi berjalan lama. Terhitung tersangka datang dikawal polisi pada pukul 14.15 WIB baru selesai pada pukul 16.10 WIB.

Rudy mengungkapkan, jika secara umum proses pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka kepada kedua korban sama dengan berita acara pemeriksaan (BAP).

Fakta Baru

Adapun fakta baru yang terkuak adalah, tersangka Muji Slamet ternyata lebih dari 3 kali memukul korban Fauzi menggunakan pompa angin hingga kemudian tewas. Selain itu, tersangka juga meninju korban Chusnul Chotimah (anak perempuan) sebanyak 3 kali saat melakukan percobaan pembunuhan.

“Fakta baru yang ditemukan ternyata terhadap korban anak (Fauzi) tersangka melakukan pemukulan lebih dari tiga kali. Kemudian memukul Chusnul Chotimah sebanyak tiga kali menggunakan tangan kosong,” tutur Rudy. 

Di satu sisi, korban Chusnul Chotimah meminta polisi untuk memberikan hukuman mati terhadap tersangka. Dia turut menyaksikan langsung semua adegan rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan tersangka kepada ibu dan adiknya. 

“Harapan saya pelaku dihukum seberat-beratnya. Kalau bisa nyawa dibayar nyawa, kerena yang diambil dua nyawa, adik dan ibu saya. Jujur saya tidak terima, kalau urusan takdir saya tidak bisa melawan. Saya ingin pelaku dihukum seberat-beratnya,” kata Chusnul Chotimah.

Halaman Selanjutnya

Rudy mengungkapkan, jika secara umum proses pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka kepada kedua korban sama dengan berita acara pemeriksaan (BAP).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Follow us

Tags

Outdoors