0 0
Waspada! Indonesia Dikepung 2 Negara Pemilik Rudal Tomahawk Pembawa Malapetaka - JUJU INFORMASI
polaslot138
polaslot138
polaslot138
polaslot138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
epicwin138
epicwin138
epicwin138
disko69
demo slot pragmatic
slot server thailand
disko69
dino69
lambe77
lambe77
wibu69
dino69
dino69
pargoy88
disko69
disko69
slot thailand
dino69
akun pro jepang
slot gacor
slot vietnam
dino69
VIVA Militer: Rudal penjelajah Tomahawk Angkatan Bersenjata Amerika Serikat

Waspada! Indonesia Dikepung 2 Negara Pemilik Rudal Tomahawk Pembawa Malapetaka

Read Time:2 Minute, 16 Second

Jumat, 19 Januari 2024 – 05:40 WIB

Jakarta – Perlu disadari bahwa kepentingan dunia saat ini tengah berada di kawasan Indo-Pasifik maupun Laut China Selatan. Seperti diketahui bahwa Laut China Selatan mengalami polemik yang sangat kompleks terutama antara negara-negara ASEAN dan China. 

Baca Juga :

Tebas Kenta Nishimoto, Anthony Ginting Tembus Perempatfinal India Open 2024

Negeri Tirai Bambu itu bahkan tidak ragu-ragu untuk mengklaim hampir semua wilayah tersebut dengan alasan Nine Dash Line warisan nenek moyang mereka. Kawasan yang dicaplok tersebut bahkan memasuki area Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) beberapa negara ASEAN. 

“China klaim hampir 80 persen Laut China Selatan dengan asa Nine Dash Line yang membentang dari 1.500 km dari daratannya hingga ZEE Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, dan Indonesia”, terang Antara pada 17 Juli 2023.

Baca Juga :

Bea Cukai Yogyakarta Berikan Pelayanan Ekspor Awal Tahun ke PT Eagle Glove Indonesia

VIVA Militer: Pasukan militer China di kepulauan Laut China Selatan

Sementara itu, kawasan ini sangat seksi karena dianggap sangat strategis sebagai jalur laut perdagangan dunia. Karena itu, China bersikukuh ingin mengklaim beberapa kawasan di Laut China Selatan sebagai wilayahnya untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. 

Baca Juga :

5 Negara yang Diprediksi Bakal Jadi Medan Perang Jika Terjadi Perang Dunia 3

Beberapa negara di dunia pasti akan melewati jalur di Laut China Selatan sebagai penjamin roda ekonomi mereka. Apalagi, jika kita membicarakan mengenai sumber daya alam (SDA) di dalamnya yang sangat kaya. 

Selain itu, Laut China Selatan juga kaya akan cadangan minyak dan gas hingga triliunan barel. Apalagi ditambah dengan keanekaragaman ikan di dalamnya. Maka dari itu, tak heran jika mata dunia saat ini terfokus ke kawasan Laut China Selatan. 

Hal ini bahkan diperkuat dengan tulisan Lemhanas yang mengatakan bahwa ketegangan geopolitik negara besar akan berpusat di Indo-Pasifik. Oleh sebab itu, banyak negara yang bersiap menghadapi tantangan itu termasuk dengan China. 

VIVA Militer: Rudal jelajah Tomahawk

Salah satunya adalah Jepang dan Australia yang kompak memperkuat militernya dengan kepemilikan rudal Tomahawk yang disebut sebagai pembawa malapetaka. Rudal ini dilengkapi dengan sistem pemandu Global Positioning System. 

“Rudal Tomahawk adalah peluru kendali pembawa malapetaka yang sarat akan teknologi canggih di dalamnya”, terang kanal Youtube Baku Hantam.

Rudal ini bisa meluncur rendah dan bahkan bisa tidak terdeteksi dengan pantauan radar. Mesin yang digunakan rudal ini menyembunyikan sumber panas sehingga sistem pencari panas musuh akan sulit menemukannya. Bahkan bisa mengenai sasaran yang sangat kecil. 

Terakhir yang tidak kalah penting adalah rudal ini juga bisa membawa hulu ledak konvensional sampai nuklir. Indonesia sendiri saat ini dikepung oleh dua negara yang akan memiliki rudal mematikan tersebut. 

Halaman Selanjutnya

Hal ini bahkan diperkuat dengan tulisan Lemhanas yang mengatakan bahwa ketegangan geopolitik negara besar akan berpusat di Indo-Pasifik. Oleh sebab itu, banyak negara yang bersiap menghadapi tantangan itu termasuk dengan China. 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Follow us

Tags

Outdoors